Thursday, November 27, 2008

Pemilihan Bujang Dara (Duta Wisata) Samarinda 2008 #2




Konvoi 27/11/2008 berubah rute karena banjir, setelah konvoi dilanjutkan dengan kunjungan ke daerah banjir dan sumbangan ke korban banjir. Selanjutnya menyusuri daerah banjir Samarinda akibat pintu waduk Benanga yang dibuka.

Thursday, October 30, 2008

Budaya Asli Nusantara Dikikis Budaya Pendatang

Ya... budaya asli Nusantara dikikis dan digerus terus oleh budaya pendatang dengan berbagai cara, mulai dari yang halus sampai yang keras menggunakan produk hukum bernama Undang-Undang.

Salah satu budaya Nusantara yang berubah terus menerus adalah cara berpakaian. Baik tergerus oleh budaya pendatang sejak ratusan tahun lalu maupun budaya pendatang yang masuk ke ruang kita melalui media informasi.

Ada yang kemudian melakukan kolaborasi budaya. Ada yang hilang. Ada yang dilarang.
Kolaborasi budaya misalnya kain batik untuk sarung yang berubah menjadi celana dan hem.

Ada yang hilang karena cara berpikir yang berubah. Misalnya perempuan di Jawa, Bali dan Kalimantan yang sebelumnya bertelanjang dada kini berpenutup payudara. Masih tersisa di beberapa suku di Papua dan mungkin di berbagai pelosok pun masih ada.

Ada yang dilarang karena berbagai alasan sehingga berubah karena paksaan. Mungkin akan terjadi atau sudah terjadi. Pelarangan bisa menggunakan produk hukum bernama Undang-Undang.

Perbedaan iklim di dunia membuat cara berbusana juga berbeda-beda dan kemudian diadaptasi oleh kepintaran manusia menjadi sebuah produk busana yang sesuai dengan tempatnya.

Di daerah yang kering dan terik maka busana yang tertutup rapat adalah penting agar bisa menjaga kelembaban tubuh dan tidak cepat kekurangan cairan karena penguapan yang cepat dari permukaan kulit tertutup oleh busana yang tertutup rapat. Jadi bukan faktor-faktor non teknis yang menentukan tapi faktor teknis. Hanya saja pada masa lalu faktor teknis sulit dijelaskan sehingga harus dibakukan atau ditulis dalam aturan yang lebih ke non teknis. Sayangnya aturan non teknis ini akhirnya menjadi sebuah acuan yang salah ketika diterapkan di daerah lain yang secara teknis berbeda.

Di daerah yang lembab dan tropis maka pilihan busana terbuka adalah yang paling sesuai agar tidak gerah dan kulit masih bisa bernafas dengan mengeluarkan keringat yang cepat menguap karena tanpa halangan yang berarti.

Percampuran budaya akhirnya salah kaprah. Daerah lembab dan tropis karena alasan-alasan non teknis menggunakan busana yang tertutup rapat. Aturan non teknis yang seharusnya sesuai secara teknis di daerah lain dipakai di daerah yang secara teknis tidak sesuai. Teknologi busana dan kosmetik mungkin bisa mengatasi sebagian pengguna, tapi tidak bagi semuanya. Perangkap lembab dalam busana yang tertutup rapat jelas menghasilkan suasana yang kurang nyaman bagi sebagian pengguna. Hal yang kurang nyaman juga bisa berakibat pada orang-orang di dekatnya karena tanpa ventilasi yang baik maka proses kulit bernafas menjadi terganggu dan menyebabkan proses jasad renik yang menghasilkan aroma yang coba diatasi dengan kosmetika mutakhir. Atau bagi yang kaya tinggal di lingkungan yang berpengaturan udara, berpendingin udara, berpengering udara. Kesia-siaan karena harus mengikuti aturan non teknis.

Sayang jika kearifan Nusantara yang menghasilkan busana yang sesuai secara teknis sesuai akhirnya terkikis oleh aturan non teknis dan membuat orang berbusana bukan karena produk yang sesuai dengan budaya dan lingkungan teknisnya.

Tuesday, October 7, 2008

Walt Disney World in 3D in Google Earth




You need high speed internet + good quality PC to access this.

Still more capture to go.

Friday, October 3, 2008

PON XVII 2008 Kaltim (dokumentasi 2)




Berikut adalah sisa-sisa dokumentasi yang masih ingin saya share setelah tertumpuk kesibukan berbulan-bulan setelah PON XVII 2008 selesai.

Suasana kesibukan di Zona Samarinda Seberang (Kampus Melati, Perumahan Atlit, Komplek Stadion Palaran, Samarinda Race Track) pada tanggal 12 Juli 2008 ketika ada pertandingan di kampus Melati, kesibukan LO, persiapan Motor Race, dan Senam di stadion Palaran

Kesibukan di Zona Samarinda (Stadion Madya Sempaja) 13 Juli 2008 ketika LO harus melayani atlit dan kontingen. Suasana Hotel Atlit di Sempaja.

Suasana 14 Juli 2008 di Bandara Sepinggan Balikpapan, untuk atlit yang pulang lebih awal serta menjenguk LO yang kecelakaan lalu lintas karena bis yang mengangkut mereka terbalik di dekat Balikpapan

Saturday, September 20, 2008

Sejarahku di Wikimapia.Org

Iseng-iseng melacak masa lalu melalui foto satelit di Wikimapia.Org
Hasilnya ini:

Rumah di Samarinda
Komplek Pasundan Permai Blok E-7, Jl. Pasundan (1988-now)

Dulu pernah tinggal di:
Jl.Nuri No.21 Samarinda (rumah dinas SAMALO Group) (1993-1997)

Guest House SAMALO Group, Samarinda (1992)

Jl.Nuri No.24, Samarinda (rumah dinas SAMALO Group) (1990-1991)

Kos Bratang Binangun, Surabaya (Kerja, 1990)

Kontrakan (Kuliah akhir, 1989)

Kontrakan Ngagel Jaya Barat II, Surabaya (Kuliah pertengahan, 1986-1988)

Kos Manyar Tirtomoyo IX, Surabaya (Kuliah awal 1984-1985)

Kos Tumapel No.9 (SMA 1981-1984)

Rumah ortu di Mojokerto
Toko "Remaja", Jl. K.P.Tendean No.4, Mojokerto (1965-1981)

Kantor dulu dan sekarang
PT. Mitra Mediamaya Kalimantan, Hotel MJ, Jl. KH. Khalid No.1 Samarinda (1999-now)

MEGAnet Samarinda, Jl. P. Hidayatullah (1997-1999)

GEMINI Group, Jl. Mulawarman (sudah pindah) (1997 cuma 1.5bulan)

SAMALO Group, Jl. Yos Sudarso Samarinda (1990-1996)
di perusahaan2: PT. Sakalo (1990-1992), PT. Kalimantan Jaya Film (1991-1992), CV. Samalo (1992-1996)

SAMALO Balikpapan (sudah jadi bank sekarang) sempat rangkap jabatan Balikpapan-Samarinda (1995-1996)

SAMALO Banjarmasin, Jl. A.Yani KM.1 (1992, 5 bulan saja) sudah tutup, ganti pemilik bangunan.

CV. Joshie & Associates (jadi arsitek) Komplek Pasar Atom Surabaya (1990, 5 bulan)

CV. Purasuri & Ass. (arsitek junior), lokasi belum ditemukan (1987-1989)

Tempat kuliahku dulu
Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Kampus ITS Sukolilo (1986-1990)

Studio Tugas Akhir (1989) sekarang dipakai untuk Design Center

Kantin Politeknik, kantin favorit waktu Tugas Akhir. Jarak perjalanan 2km dari Studio Tugas  Akhir. 2 kilometer cuma didalam kampus aja.

Gedung Arsitektur waktu kuliah, sekarang dipakai jurusan lain

Kampus ITS Cokroaminoto, sekarang untuk Pasca Sarjana ITS (1984-1985)

Tempat sekolahku dulu
SMAK St.Louis, Jl. Dr. Sutomo, Surabaya (1981-1984)

SMPK St. Yusuph, Jl.Niaga Mojokerto

http://www.wikimapia.org/#lat=-7.4624804&lon=112.4376118&z=18&l=0&m=a&v=2
SDK Wijana Sejati, Mojokerto (1972-1977)

TKK Wijana Sejati, Jl. A.Yani, Mojokerto (1970-1972)

Sunday, August 31, 2008

Makassar kunjungan Agustus 2008

Kali ini ke Makassar yang ke 4 kalinya.
Sebelumnya 1988 waktu mahasiswa ketika ada acara Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia (TKI-MAI) yang ke VI atau VII (lupa). TKI-MAI terakhir yang bisa diikuti karena tahun berikutnya mengambil Tugas Akhir. Sebelumnya TKI-MAI sempat ikut di Jogjakarta, Surabaya dan Denpasar.

Kali kedua pada tahun 2006 dan ketiga Mei 2008.
Semua kunjungan tidak terlalu bebas karena jadwal ketat, tidak bisa kemana-mana.

26-28 Agustus 2008 kemarin berkunjung lagi untuk suatu pekerjaan. Kali ini mencoba naik pesawat Garuda yang ternyata selain direct malah lebih murah tarifnya dibanding naik Sriwijaya Air yang transit di Palu. Mencoba untuk booking hotel sendiri ternyata sedang musim konvensi (seminar, workshop, dll mengejar jadwal sebelum memasuki bulan Ramadhan). Wah susah juga cari hotel. Hotel Horison yg cuma 150m dari tempat rapat penuh. Hotel Sahid Jaya yang sekitar 1km dari tempat rapat cuma dapat semalam (26 Rp.550.000,-) dan akhirnya sambung ke Hotel Santika (27 Rp.525.000,-) yg juga tidak bisa book tgl.26-nya. Ok-lah sekalian jalan-jalan. Beberapa hari sebelum berangkat persiapan menandai Google Earth semaksimal mungkin untuk mempelajari kota Makassar, karena mau jalan2 sendiri tanpa dipandu teman di Makassar.

26 Agustus 2008 Garuda berangkat 10 menit lebih awal dari jadwal dan mendarat di bandara Hasanuddin lebih awal, ada yang aneh. Di Nokia Maps N95 8GB ku tercatat bahwa lokasi berdiri sekitar 2.2km dari terminal.... duh jauh sekali, mana bis belum datang. Untung tidak hujan. Ternyata... kita berhenti di seberang terminal baru bandara Hasanuddin.

Wah bandara yang modern. Sekilas ini jauh lebih bagus dibanding bandara Juanda yang baru dan jauh lebih modern dibanding bandara Sepinggan. Tidak menunggu lama karena tanpa bagasi langsung beli tiket taxi. Rp.105.000,- (zona III). Taxi bandara dikemudikan pengemudi yang berseragam khas. Katanya seragam baru sejak bandara baru dibuka 3 minggu lalu. Baju dengan motif tenun Bugis lengkap dengan kopiahnya.

Kita menuju kota lewat jalan tol seperti biasa, cuma kali ini tidak penuh debu seperti Mei 2008 lalu. Debu campur semen yang sempat dihirup berbulan-bulan oleh penduduk sekeliling jalan tol dan para petugasnya. Entah apa jadinya debu semen itu di paru-paru manusia (kata si sopir juga begitu).

Google Maps di Nokia cukup bermanfaat, meski tidak sambung ke jaringan internet, foto satelit di memory membantu menandai perjalanan kita sampai ke hotel Sahid Jaya. Hmmmm ternyata hotel bintang 5, tarifnya sih belum minimum sekali karena kita tidak pakai voucher hotel. Mungkin kalau pakai voucher bisa dapat di bawah 500.000/malam. Hotel yang sudah punya usia tapi masih bagus. Malam itu jalan kaki ke Mall Ratu Indah (MaRI) persis di belakang hotel. Sebuah mall yang agak berusia juga. Tidak terlalu banyak pengunjung, masih ramai pusat belanja di Samarinda, tapi dengan kualitas toko dan nama2 yang jauh lebih baik dibanding Samarinda. Sudah mirip outlet2 di Jakarta/Surabaya.

Pagi hari sebelum sarapan saya sempatkan naik turun hotel. Di lt.12 ada Sahid Suite dan Kalla Suite, di lt.11 ada Executive Lounge, di lt.3 ada kolam renang yang masih tertutup, di lt.2 ada persiapan untuk suatu pertemuan (ini yg bikin hotel penuh). Ada Kalla Suite disitu, wajar karena kota Makassar ini memang milik keluarga Kalla dan Bosowa.

Hari kedua ini rapat siang hari, jadi sempatkan dulu mampir ke Internux setelah dijemput bos-nya Internux si Adi Nugroho. Pusat belanja kedua pun dikunjungi yang merupakan gabungan dari 3 buah pusat belanja diantaranya Mall Panakukang. Makan siang di D'Cost sebuah tempat makan yang saya pilih karena waktu makan di D'Cost Banjarmasin belum puas dengan satu menunya. Di Banjarmasin di traktir orang jadi gak tahu prosedur pesannya, kali ini saya yang traktir jadi tahu prosedurnya. Pelayan membawa PDA untuk mencatat pesanan. Makan kenyang ber-6 cuma habis 100ribuan :) karena mottonya Kualitas Bintang 5 Harga Kaki 5. Harga nasi sepuasnya disitu Rp.1000/orang sepuasnya, harga teh tawar Rp.100/orang sepuasnya. Teh manis Rp.250/gelas. Es teh manis Rp.500/gelas.

Sorenya setelah selesai rapat check in di Santika Hotel, ternyata sekitarnya penuh dengan hotel-hotel juga. Bahkan sebelah menyebelah atau berhadapan jalan hotel bertebaran. Kali ini hotelnya baru tapi seperti Santika lainnya kamarnya kecil, juga ruang-ruangnya kecil-kecil.

Malam ini coba satu pusat belanja lagi Makassar Town Square. Makan malam disitu, mau nonton sayang judul filmnya tidak berkenan di hati. Ada 4 lokasi Studio 21 di Makassar. M'ToS mungkin mall termuda di Makassar dengan desain arsitektur yang paling baru. Lokasinya agak jauh dari keramaian kota tapi dekat dengan kampus-kampus ternama di Makassar.

Hari terakhir sempatkan dulu ke MTC Karebosi yang persis disamping lapangan Karebosi yang lagi direnovasi. Lapangan itu sepertinya bakal disulap jadi pusat belanja juga dengan lapangan rumput di atap pusat belanja. Jadi kalau nanti di foto dari udara tetap terlihat sebagai lapangan rumput, tapi di bawahnya pusat kegiatan. Mirip pusat belanja di bawah terminal Blok M Jakarta mungkin.

Siangnya merasakan terminal baru Hasanuddin yang modern itu sebelum balik ke Kaltim.
http://kohde.multiply.com/photos/album/119

[Interior] Terminal Bandara Hasanuddin - Ujung Pandang/Makassar




Malas berurusan dengan security, jadi meski bawa kamera serius. Kali ini motretnya pakai Nokia N95 8GB aja, biar gak ditanya-tanya security.

Terminal baru ini baru dipakai 4 Agustus 2008 jam 03:00wita.
Benar-benar terminal termodern di Indonesia Timur. Lokasi check-in nya mengingatkan terminal di CKT Taipei dalam skala kecil. Balikpapan dan Surabaya kalah dah.